Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

2020, We Are All on The Same Boat

Menjelajahi Gelombang Pandemi: Refleksi Pribadi " We are all on the same boat ," demikian kata filsuf Slavoj Zizek dalam "Panic Covid-19 Shake the World."   ~ Sejak muncul pertama kali di Wuhan, China pada 31 Desember 2019, virus SARS-CoV-2 telah memicu kepanikan global dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang.   Pandemi ini bagaikan medan perang tanpa senjata, di mana setiap individu harus waspada dan melindungi diri dari serangan virus yang tak kenal ampun. Meskipun tidak berkontak langsung dengan pasien COVID-19, tinggal di zona merah membuat saya dibombardir informasi tentang pandemi setiap hari. Kisah-kisah penderitaan dari keluarga, sahabat, dan kenalan membuat saya merasakan kepanikan, kecemasan, dan ketakutan mereka seolah-olah nyata di depan mata. Perasaan ini mengingatkan saya pada pergumulan batin yang saya alami ketika mendampingi ayah saya yang sakit hingga meninggal dunia. Rasa sakit dan kepedihan yang saya pendam tersembunyi di balik sikap tegar ...

Kolaborasi Integrasi Covid-19

           Dunia Di Guncang Wabah             Mewabahnya virus Covid-19, banyak orang menghubungkannya dengan penyakit    sampar versi modern. Penyakit ini dikategorikan sebagai “ Pestilence ” yaitu jenis wabah menular dan mematikan. Sampar pertama kali disebut dalam kitab Keluaran 5:3, dimana Harun dan Musa meminta ijin kepada Firaun untuk pergi beribadah. Karena ketegaran hati Firaun, Tuhan melepaskan Sampar bukan hanya untuk ternak tetapi juga berimbas kepada manusia (Kel. 9:15). Selanjutnya kata sampar sudah tidak asing lagi di telinga orang Israel. Bahkan dalam suatu peristiwa, Tuhan meminta Daud untuk memilih hukuman ketika Daud menjadi tinggi hati, salah satu hukuman mendatangkan sampar selama 3 hari (2 Sam. 24:13), dan Alkitab mencatat hampir tujuh puluh ribu rakyat tewas karena penyakit sampar. Sampar dalam bahasa Ibrani (deber) yang berarti: pestilence; plague; murrain,...