Pandemi covid 19 tidak sebatas darurat kesehatan dunia, dengan 2.670.536 kasus, 731.488 sembuh dan 186.396 meninggal dunia (23/4). Pandemi, virus goes global, dengan sendirinya berarti penularannya mengutak-atik hubungan antara bangsa dan negara. Tidak sekedar terobos batas kedaulatan, tetapi lebih dari itu, mempertanyakan keabsahan sebuah batas dan hubungan antara batas yang diabsahkan perjanjian dan perang. Demikianlah, patogen ini telah berubah dari penyakit biomedis menjadi penyakit biopolitik dalam sistem internasional yang selama ini rentan dan tak pernah kompak. Rapuhnya sistem internasional membuka pintu penularan tak terkendali di dalam negeri, antar negara dan antar kawasan dunia. Sama seperti terorisme dua dekade, virus corona mengingatkan bahwa kita warga dunia. Kita berhak tahu dan diberi informasi-pengetahuan tentang persatuan atau perpecahan dalam sistem dunia. Bahwa kita berkembang biak, mati dan hidup, dalam sebuah dunia yang bisa terlipat, terbelah d...