Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Covid-19, Indonesia & Tata Dunia Baru

   Pandemi covid 19 tidak sebatas darurat kesehatan dunia, dengan 2.670.536 kasus, 731.488 sembuh dan 186.396 meninggal dunia (23/4). Pandemi, virus goes global, dengan sendirinya berarti penularannya mengutak-atik hubungan antara bangsa dan negara. Tidak sekedar terobos batas kedaulatan, tetapi lebih dari itu, mempertanyakan keabsahan sebuah batas dan hubungan antara batas yang diabsahkan perjanjian dan perang. Demikianlah, patogen ini telah berubah dari penyakit biomedis menjadi penyakit biopolitik dalam sistem internasional yang selama ini rentan dan tak pernah kompak. Rapuhnya sistem internasional membuka pintu penularan tak terkendali di dalam negeri, antar negara dan antar kawasan dunia. Sama seperti terorisme dua dekade, virus corona mengingatkan bahwa kita warga dunia. Kita berhak tahu dan diberi informasi-pengetahuan tentang persatuan atau perpecahan dalam sistem dunia. Bahwa kita berkembang biak, mati dan hidup, dalam  sebuah dunia yang bisa terlipat, terbelah d...

Lacak Jejak Geopolitik & Kurban Mc

𝗣𝗮𝗻𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗖𝗼𝘃𝗶𝗱 𝟭𝟵: 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗰𝗮𝗸 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗚𝗲𝗼𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 Di dalam dunia tak adil dan timpang ini, jangan sekali-kali mengabaikan, apalagi meniadakan cerita konspirasi. Dari cerita itu, bermula prasangka yang wajar, agar tetap waras, terus berpikir dan berpihak. Karena tanpa ada sikap curiga, maka tak ada perjalanan menuju pengetahuan dan penemuan. Di dalam dunia kejahatan dan kebaikan bisa bertukar tempat, konspirasi adalah pengantar cerita untuk menyusun cerita besar atau wiracarita, tentang sejarah panjang sebuah kejadian, sebelum akhirnya hadir sebagai bencana. Karena melalui cerita konspirasi, kita mulai mengetahui dan merasakan bahwa peristiwa dunia selalu membentuk riwayat hidup dan mati kita, jauh atau dekat, cepat atau lambat. Pandemi Covid 19, tahun 2020 ini, sedang kita alami, kita rasakan, sebagai bencana. Mengundang setumpuk pertanyaan dan kerisauan. Sama sekali berbeda dari sumber bencana alam, seperti gempa bumi dan...

Homo Sacer

𝗖𝗢𝗩𝗜𝗗 𝟭𝟵, 𝗛𝗼𝗺𝗼 𝗦𝗮𝗰𝗲𝗿 Covid 19, lebih dari sekedar virus. Tak terasa, dalam jangka waktu 3 bulan, patogen ini hadir sebagai cakrawala berpikir, dengan keluasan, kesempitan dan kesumpekan, di dalamnya. Banyak sekali potongan cerita atau berita, membentuk pikiran dan perasaan kita, tentang dunia, hidup dan mati. Bahkan kelewat batas, kita tak peduli virus sungguh beredar atau entah di mana, yang penting kita bisa berpikir, merasa dan bertindak atas nama covid 19. Melewati batas berarti kita berhenti membahas dan membasmi virus, diganti sikap terpendam dan perilaku yang sudah lama ditunda. Sikap dan tindakan bak pahlawan, bahwa hidup dan mati orang lain ada di tangan kita, di dalam protab, di dalam kucuran anggaran untuk bergerak dan berbusana layaknya astronot atau penjinak bom. Berbekal potongan cerita-berita, juga instruksi secarik surat atau sebundel kertas berstempel, kita menarik garis batas baru antara hidup dan mati, siapa yang boleh lewat dan siapa yang harus dikan...

Hamari Adhuri Kahani: Cinta Kami Yang Tak Lengkap

Hamari Adhuri Kahani [Cerita tidak lengkap kami] ini adalah film drama romantis India, sudah dirilis sejak 2015  lalu. Film ini disutradarai oleh Mohit Suri dan diproduseri oleh Mahesh Bhatt di bawah spanduk Vishesh Films dan Fox Star Studios. Film ini dibintangi Emraan Hashmi ~ Aarav Ruparel, Vidya Balan~Vasudha, dan Rajkummar Rao ~ Hari Prasad.  Kembalinya Suami Buronan   Lima tahun setelah suaminya menghilang, Vasudha, seorang ibu tunggal, membesarkan anaknya sendirian sambil bekerja sebagai penata bunga di hotel milik Aarav Ruparel.  Ia tanpa sengaja jatuh cinta pada Aarav.  Namun, kebahagiaan itu sirna ketika Hari Prasad, suaminya yang telah menghilang, kembali—sebagai buronan dengan penampilan yang mengerikan dan menyedihkan.  Kepulangan Hari Prasad mengakhiri hubungan Vasudha dan Aarav.  Ironisnya, Hari Prasad justru melibatkan mereka dalam sebuah drama yang ia ciptakan sendiri setelah mengetahui cinta baru istrinya.  Ia melakukan pengorban...