Kok bisa Pernikahan terasa menyebalkan?
Apa iya ya?
Drakor A World of Married Couple membuat pernikahan itu terlihat seperti neraka.
Curhatan-curhatan gak enak yang kita terima dari teman yang sudah menikah juga membuat hubungan romantik antara dua manusia itu terlihat sangat sulit dan rumit.
Tapi, berdasarkan pengamatan, pengalaman, sharing dari pasutri, bahwa hubungan itu sebenarnya sangat asik dan membahagiakan, kok. JIKA :
- Siap secara psikologis dan finansial.
- Mampu saling berempati terhadap dinamika psikologis masing-masing.
- Menganggap dua pihak setara, sederajat, bukan satunya lebih superior daripada yang lain.
- Mau bekerja sama (misalnya paling sederhana: pekerjaan rumah). Tidak ada yang merasa lebih dimanfaatkan, yang bisa menimbulkan ketidakpuasan, menambah lapisan bom waktu.
- Antara take and give (menuntut hak dan melaksanakan kewajibannya) seimbang. Bukan satunya give give give, sedangkan satunya take take take terus.
- Gak suka berdrama atau memanjang-manjangkan masalah. Woy ini bukan SIM, jadi gak perlu diperpanjang. π
Sedangkan, seperti drakor A World of Married Couple, hubungan (khususnya pernikahan) akan menjadi hal yang sangat menyebalkan, APABILA :
- Gak cocok (entah dari fisik, intelektual, psikologis, dst).
- Salah satu atau berdua itu orangnya ribet, suka berdrama, banyak menuntut tapi lupa memberi. Menolak tanggung jawab.
- Sulit berempati terhadap pasangannya. Orang yang sulit berempati akan bersikap bodoh amat, alias gak peduli sama sekali melihat kesedihan, ketidakpuasan, kecemburuan, keluhan, atau bahkan cuma "pendapat" dari pasangannya. Sehingga hal-hal tersebut tidak akan "diproses". Akhirnya, jadi bara dalam sekam, suatu hari bisa menghanguskan hubungan. π
Orang yang sulit berempati juga akan berperilaku semaunya (misal, selingkuh, kasar, melakukan macam-macam kekerasan, boros, tidak menaati kesepakatan hubungan, dst).
(Btw, orang yang sulit berempati adalah salah satu indikasi gangguan psikologis. Be very aware!).
- Tidak menghargai pasangan dengan selayaknya.
- Salah satu gak bisa komunikasi, sekaligus sudah gak peduli juga untuk memperbaiki komunikasi.
- Ketika ada masalah, lalu bertengkar dan melawan satu sama lain, bukannya bersatu untuk melawan masalah tersebut.
Tanpa hal-hal diatas, pernikahan itu menyenangkan-menyenangkan saja, kok.
Yang telah dan yang nanti akan menikah, semoga kita berada di pernikahan yang bahagia, serta menjadi pasangan atau berpasangan dengan orang yang cocok. (Jika tidak... Hmm gimana ya πππ).
Sebab begini...
Sebaik, sepintar, setinggi apapun seseorang, kalau pada dasarnya memang gak cocok saling cocok, ya bakal ada aja konfliknya. π
Selamat datang di neraka dunia.
Kalau cocok, maka akan rela mengarungi lautan dengan segala badainya untuk mengatasi hambatan APAPUN yang ada di depan, termasuk menaklukkan hal tersulit di dunia ini: ego diri sendiri.
Semangat!
(AFI)
#YourFuturePsychologist