#ApaItuDosaSakrilegi?”
Dosa Sakrilegi itu dosa menajiskan atau tidak menghormati sakramen-sakramen atau tindakan liturgi lainnya dan juga pribadi, benda atau tempat yangg telah ditahbiskan kepada Allah.
Contoh dalam hal menajiskan “sakramen” khususnya Ekaristi, seseorang yang berdosa berat seperti; berzinah atau mencuri atau membunuh, tapi tetap menyambut Komuni Kudus seperti biasa, seolah-olah dia tidak berdosa sedikitpun. Itu adalah dosa sakrilegi,
Bagaimana orang yang Kumpul Kebo dan diam-diam pergi ikut komuni saat misa?
Itu juga dosa sakrilegi. Dosa berat karena tidak menghormati Tubuh Kristus yang Mahakudus.
Pribadi yang ditahbiskan kepada Allah itu adalah imam. Memukul/ mencaci maki seorang imam adalah contoh dosa sakrilegi. Benda atau tempat yang ditahbiskan misalnya altar dan gereja. Altar dan gereja bukanlah tempat untuk makan minum, bercerita, mengobrol, merokok, dll yang profan. Itu semua tindakan tidak menghormati barang-barang kudus yang ditahbiskan Tuhan.
Pada saat misa ada yg bermain HP dan mengobrol lalu saat komuni pergi sambut pun sudah merupakan dosa sakrilegi. Apalagi pergi ikut komuni tanpa persiapan batin yang layak. Dosa sakrileginya dobel.
Bagaimana bisa melepaskan diri dari dosa ini dan layak terima komuni?
Pengakuan dosa sebelum Misa adalah kewajiban, supaya layak menerima komuni saat misa. Prakteknya tergantung paroki masing-masing. Ada paroki yang melayani Sakramen Tobat setiap hari Sabtu sore. Bisa juga waktu lain, tapi intinya mengaku dosa.
Perihal yang kumpul kebo dan belum berkat nikah, apakah dengan mengaku dosa mereka bisa sambut komuni kudus?
Bagi mereka hal ini tidak dibenarkan. Mereka masih hidup dalam keadaan berdosa karena belum diberkati. Sama saja nanti sesudah pengakuan mereka kembali ke dosa perzinahan lagi. Jadi untuk yang model seperti ini harus dibereskan dahulu perkawinannya. Biasanya sehari sebelum pemberkatan ada pengakuan dosa. Saat itulah mereka dapat mengaku semua dosa termasuk dosa sakrilegi yang tadi disinggung dan mendapat pengampunan.
Maka hormatilah Sakramen, pribadi, benda atau tempat kudus yang ditahbiskan kepada Allah. Itulah sikap beriman Katolik yang benar.(MJB)

Komentar
Posting Komentar