Ada 7 Sakramen Dalam Gereja Katolik✓
Sakramen dalam iman Katolik merupakan tanda yang ditetapkan Yesus Kristus untuk memberikan rahmat yang khusus bagi tiap-tiap situasi perjalanan hidup manusia untuk melanjutkan karya penyelamatan Allah melalui Kristus. Hal ini terdapat pada Injil Yohanes 14:18 yang menyatakan pemenuhan janji Kristus bahwa Ia tidak akan meninggalkan kita sebagai yatim piatu. Maka Melalui sakramen Allah mengirimkan Roh Kudus-Nya untuk memberi makan dan menguatkan Kita. Ia sebagai tanda rahmat keselamatan yang kelihatan, yang menghadirkan rahmat yang tidak kelihatan. Atau bisa juga dipahami sebagai tanda kehadiran Allah dalam hidup manusia.
1. 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗺𝗯𝗮𝗽𝘁𝗶𝘀𝗮𝗻
Sakramen Baptis merupakan sakramen yang pertama kali umat Katolik terima sebelum mereka menerima sakramen-sakramen lainnya. Pada saat penerimaan Sakramen Baptis mereka diperciki dengan air kemudian diolesi minyak serta diberi kain putih dan lilin bernyala. Hal ini merupakan lambang bahwa kita telah dibersihkan dari dosa asal dan siap menjadi terang bagi sesama. Dengan menerima sakramen baptis kita telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan digabungkan dengan gereja yang menjadikan kita anggota Tubuh Kristus serta siap diutus untuk berbuat baik kepada semua orang. Pembaptisan hanya dapat di terima satu kali untuk selamanya namun meninggalkan material rohani yang tidak dapat di hapuskan. Ia ibarat meterai yang dilekatkan pada orang dan selamanya tetap menjadi tanda. Tak terhapuskan.
2. 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻(𝗞𝗿𝗶𝘀𝗺𝗮)
Di dalam Sakramen Krisma, umat Katolik menerima “Kepenuhan Roh Kudus” yang menjadikan umat menjadi lebih dewasa secara rohani dan menjadikannya saksi-saksi Kristus yang memiliki tanggung jawab besar. Seperti halnya dengan sakramen baptis, sakramen krisma hanya dapat diterima sekali seumur hidup bagi semua orang.
3. 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗘𝗸𝗮𝗿𝗶𝘀𝘁𝗶
Kristus mengasihi Gereja-Nya tanpa batas dengan memberikan Tubuh dan Darah-Nya sendiri kepada setiap anggota keluarga-Nya di dalam perjamuan Ekaristi. Ekaristi merupakan penyempurnaan dari perjamuan Paskah Perjanjian Lama, yang ditandai dengan kurban anak domba yang membebaskan orang-orang Israel dari maut. Dalam Ekaristi, Kristuslah, Anak Domba Allah yang menjadi kurban untuk menghapus dosa-dosa umat manusia, dan karena itu manusia yang percaya memasuki Perjanjian Baru yang membebaskan dari kematian kekal. Perayaan Syukur atas Kasih Allah Bapa Lewat Pengorbanan Tuhan Yesus Kristus dirayakan setiap kali mengikuti Misa atau Sakramen Ekaristi. Pada saat Ekaristi seluruh umat mengenang karya penyelamatan Yesus Kristus bagi manusia, yang terjadi melalui wafat dan kebangkitan-Nya.
4. 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗮𝗸𝘂𝗮𝗻 𝗗𝗼𝘀𝗮/𝗧𝗼𝗯𝗮𝘁
Setiap orang pernah berbuat dosa. Dosa merusak hubungan dengan sesama manusia dan Tuhan sehingga membuat kita merasa tidak senang dan bahagia. Oleh Karena itu Bapa menganugerahkan kepada kita sakramen Tobat atau pengakuan dosa. Pada sakramen ini kita mengakui dosa-dosa kita kepada Imam, karena Yesus Kristus sendiri telah memberi kuasa kepada para Imam-Nya untuk melepaskan umatnya dari dosa setelah kebangkitan-Nya. 𝙸ᵐᵃᵐ ᵐᵉⁿʲᵃᵈⁱ ᵃˡᵗᵉʳ 𝙺ʳⁱˢᵗᵘˢ. Melalui sakramen tobat kita menerima pengampunan dosa dari Allah Bapa, beserta rahmatnya yang dapat membantu kita untuk menolak godaan dosa di waktu yang akan datang sehingga menjadikan hidup kita lebih damai.
5. 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗻𝗶𝗸𝗮𝗵𝗮𝗻
Sebagian besar orang dipanggil untuk kehidupan berumah tangga. Melalui Sakramen Perkawinan, Tuhan memberikan rahmat yang khusus kepada pasangan yang menikah untuk menghadapi bermacam tantangan yang mungkin timbul, terutama sehubungan dengan membesarkan anak-anak dan mendidik mereka untuk menjadi para pengikut Kristus yang sejati. Dalam sakramen Perkawinan terdapat tiga pihak yang dilibatkan, yaitu: mempelai pria, mempelai wanita dan Allah sendiri. Ketika kedua mempelai menerimakan sakramen Perkawinan, Tuhan berada di tengah mereka, menjadi saksi dan memberkati mereka. Allah menjadi saksi melalui perantaraan imam, atau diakon, yang berdiri sebagai saksi dari pihak Gereja.
6.𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗧𝗮𝗵𝗯𝗶𝘀𝗮𝗻/𝗜𝗺𝗮𝗺𝗮𝘁
Para Imam merupakan orang yang dipanggil secara khusus oleh Tuhan Yesus. Untuk menjawab panggilan Tuhan tersebut maka mereka harus mengikuti pendidikan di sekolah seminari menengah, tinggi serta menjalani masa orientasi pastoral di tengah umat. Setelah menyelesaikan tahapan-tahapan pendidikan tersebut, maka mereka ditahbiskan oleh uskup untuk menjadi seorang imam. Pada saat ditahbiskan itulah mereka menerima sakramen imamat dengan mengucapkan janji untuk taat kepada pemimpin gereja Katolik, untuk hidup miskin dan selibat yaitu tidak menikah.
7. 𝗦𝗮𝗸𝗿𝗮𝗺𝗲𝗻 𝗣𝗲𝗻𝗴𝘂𝗿𝗮𝗽𝗮𝗻 𝗢𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗦𝗮𝗸𝗶𝘁
Alkitab mengatakan agar jika kita sakit, maka baiklah kita memanggil penatua Gereja untuk mendoakan dan mengurapi kita dengan minyak di dalam nama Tuhan. Dan doa yang didoakan dengan iman ini akan menyelamatkan kita yang sakit dan mengampuni dosa kita. Oleh karena itu, sakramen pengurapan orang sakit ini tidak hanya dimaksudkan untuk menguatkan kita di waktu sakit. Tetapi juga untuk membersihkan jiwa kita dari dosa dan mempersiapkan kita untuk bertemu dengan Tuhan.
Adapun aspek simbolis dari skramen-sakramen itu. Sakramen mempunyai 3 Aspek Simbolis, diantaranya:
1) Aspek Antropologis;
Adalah aspek yang berhubungan dengan sifat manusiawi atau kemanusiaan manusia.
Dalam setiap sakramen ada Materi (Tanda / Perbuatan) dan Forma (kata) yang dapat dipahami (atau diindera) manusia.
2) Aspek Kristologis;
Adalah aspek yang bersumber pada Kristus sebagai asal dari semua sakramen, karena Kristus adalah Sakramen Dasar.
3) Aspek Eklesiologis;
Adalah aspek yang berhubungan dengan Gereja sebagai pelaksana sakramen berdasarkan perintah Kristus dan sebagai jemaat.
Hanya Sakramen Baptis, Sakramen Krisma, dan Sakramen Imamat saja yang diterima satu kali seumur hidup.
Sakramen-Sakramen itu dikelompokkan dalam 3 bagian besar, yaitu:
1) Sakramen Inisiasi: Baptis, Krisma, dan Ekaristi.
2) Sakramen Penyembuh: Pengakuan Dosa dan Pengurapan orang sakit.
3) Sakramen Panggilan: Pernikahan dan Imamat (MJB)
#Katekese
#7SakramenGerejaKatolik

Komentar
Posting Komentar