“Apa Perbedaan Antara Dogma dan Doktrin?”
Bagi kebanyakan orang yang belajar ilmu agama, teologi juga terkadang suka bingung perihal kedua istilah ini apalagi mereka yang masih sangat awam tentang istilah-istilah tersebut karena merujuk pada konsep yang sama. Bahkan kamus juga mendefinisikan kedua kata ini dengan deskripsi yang nyaris mirip.
Namun, ada perbedaan khas antara dogma dan doktrin di Gereja Katolik.
Dogma adalah kebenaran ilahi yang diwahyukan, atau yang dinyatakan demikian oleh otoritas pengajaran yang sempurna dari Gereja. Semua dogma adalah doktrin, tetapi tidak semua doktrin adalah dogma. Ini adalah perbedaan utama antara dogma dan doktrin.
Dogma adalah sebuah pengajaran dari Gereja yang secara implisit maupun eksplisit dinyatakan oleh Kitab Suci atau Tradisi Suci, yang dipercaya oleh umat beriman karena pemakluman agung atau wewenang mengajar yang biasa dari Gereja. Dogma bersifat mengikat umat beriman. Oleh karenanya, penerimaan dogma diperlukan untuk keselamatan.
Apa fungsi Dogma?
Dogma memiliki fungsi yang tegas yakni untuk menolak pendapat yang tidak sejalan dengan warisan iman yang dimiliki Gereja (Kan. 750 – § 1). Fungsi ini kerap kali membuat rumusan dogma memuat bahasa yang ‘sangar’ dan dipenuhi oleh pernyataan “terkutuklah dia!” yang berakar dari sikap Yesus terhadap penyesat dan ajaran sesat (Mat. 18:6; Mat. 22:29), dan kemudian sikap Yesus ini diteruskan juga oleh Paulus (Gal. 1:8-9). Rumusan Paulus inilah yang kemudian secara khusus digunakan oleh Gereja untuk menunjukkan penolakannya terhadap ajaran-ajaran tertentu.
Siapa yang menetapkan Dogma?
Dogma ditetapkan oleh Gereja, tetapi bukan oleh seluruh anggota Gereja. Tugas ini dijalankan hanya oleh Kuasa Mengajar Gereja (Magisterium), yang konkretnya dijalankan melalui dua cara, yakni:
1. Melalui Konsili-Konsili Oikumene dimana seluruh Uskup bersama dengan Paus sebagai pewaris dari Para Rasul yang dipimpin Petrus, berkumpul untuk secara bersama-sama menyampaikan ajaran resmi Gereja mengenai hal-hal tertentu.
2. Melalui Paus yang berbicara secara ex-cathedra (dari kursinya/santa sede) yaitu ketika dia berbicara sebagai pengajar dan gembala Gereja yang tertinggi mengenai masalah iman dan moral dan menunjukkan kehendaknya agar apa yang dia sampaikan dipercayai dan ditaati oleh seluruh umat Katolik.
Perlu diingat bahwa kedua hal di atas hanya menunjukkan tingkatan tertinggi dari wewenang yang dimiliki oleh Gereja dalam mengajar. Tentu ada wewenang yang tingkatannya lebih rendah namun tidak kalah pentingnya yaitu dimana Kuasa Mengajar (Paus dan Uskup) walaupun tidak mendefinisikan suatu dogma namun mereka menjelaskan ajaran yang sudah selalu diimani oleh Gereja.
Sementara doktrin Gereja adalah ajaran atau perangkat kepercayaan yang harus dipercaya oleh para pengikut agama.
Secara sederhana Dogma adalah kebenaran ilahi yang diwahyukan, yang dinyatakan demikian oleh otoritas pengajaran yang sempurna dari Gereja. Sedangkan Doktrin adalah ajaran atau kepercayaan yang diajarkan oleh Magisterium Gereja.
Apa perbedaan utama antara Dogma dan Doktrin?
Dogma adalah bagian dari doktrin. Sedangkan Doktrin termasuk dogma dan ajaran-ajaran lain oleh Gereja.
Mengenai wewenang, Dogma itu diungkapkan secara ilahi, sedangkan Doktrin diusulkan oleh Gereja.(MJB)
.
.
#Katekese
#Dogma & Doktrin

Komentar
Posting Komentar