Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Kelirumologi Kristen dan Katolik

          Kelirumologi adalah istilah humoris untuk merujuk kepada beberapa kekeliruan logika dalam pembentukan frasa dan kata yang sudah terlalu sering dipakai pengguna Bahasa Indonesia sehingga dianggap benar. Dari judul artikel ini, tentulah yang akan di bahas adalah kekeliruan logika dalam pembentukan istilah “Kristen dan Katolik”. Banyak umat Katolik di Indonesia terjebak pada istilah yang salah kaprah yaitu "Kristen dan Katolik" di mana umat Katolik berpikir bahwa Katolik bukanlah Kristen.  Ada pula yang ditanya, "Anda seorang Kristen?"; tetapi umat Katolik tersebut malah menjawab "Bukan, saya seorang Katolik". Salah kaprah di Indonesia termasuk dalam pembuatan KTP menyebabkan istilah yang tidak tepat "Kristen dan Katolik" mendarah-daging di mana pemahamannya nama “Kristen” itu merujuk kepada Protestan sementara “Katolik” kepada Katolik. Sayangnya, karena kesalahkaprahan yang sudah mendalam ini, sulit sekali untuk mengoreksinya secara luas....

Menyelamatkan Liberalisme dari Diri Sendiri

  α‘­ada 03 Oktober 2020, Paus Fransiskus menandatangani dokumen Fratelli tutti di Asisi. Damian Howard menulis, 'Ensiklik ketiga Paus Fransiskus merupakan perluasan bertahap tradisi Pengajaran Sosial Gereja yang dengan hati-hati meletakkan logikanya dan dengan lembut meradikalisasi beberapa implikasinya'. Lima tahun lalu Laudato Si’ secara profetik menempatkan panggung pusat krisis ekologi bagi Gereja dan dunia. Agenda yang dipetakan kini memunculkan banyak kosa kata baru: Brexit, MAGA, Covid-19, BLM, berita palsu, lockdown, QAnon. Rasanya, dunia membutuhkan akal sehat Katolik, dan itulah tepatnya yang disediakan Fratelli tutti. Tampaknya politik saat ini berfungsi dalam dua visi: bertahan dengan proyek ekonomi neo-liberal dengan suksesi krisis ekonomi, rezim pengetatan dan globalisasi teknokratis yang dingin; atau untuk melawan semua dengan mempromosikan populisme nasional pemicu propaganda tetapi berkolusi dengan kepentingan finansial yang korup. Rasanya termin 'Liberal...

Fratelli Tutti

  πŸ‡΅ ada tanggal, 3 Oktober 2020 Paus Fransiskus menandatangi Ensiklik “Fratelli Tutti” di Assisi, tempat kelahiran dan hidup St. Fransiskus dari Assisi. Hari berikutnya, 4 Oktober, ensiklik tersebut dipublikasikan. Berikut ini merupakan saduran dari ringkasan yang dibuat oleh Isabella Piro dalam ᗯᡉᡇ˒ⁱᡗᡉ Κ·Κ·Κ·.α΅›α΅ƒα΅—β±αΆœα΅ƒβΏβΏα΅‰Κ·Λ’.ᡛᡃ Ensiklik ini bertujuan untuk mendorong keinginan akan persaudaraan dan persahabatan sosial. Pandemi Covid-19 menjadi latar belakang ensiklik ini. Kedaruratan kesehatan global telah membantu menunjukkan bahwa “tak seorangpun bisa menghadapi hidup sendirian” dan bahwa waktunya sungguh-sungguh telah tiba akan “mimpi sebagai satu keluarga umat manusia” di mana kita adalah “saudara dan saudari semua”.  πŸ…‘︎ 𝖺𝖻 I: Awan-awan gelap yang meliputi dunia. Dalam bab ini direfleksikan banyak penyimpangan jaman ini: manipulasi dan deformasi konsep-konsep demokrasi, kebebasan, keadilan; hilangnya makna komunitas sosial dan sejarah; cinta diri dan ketidakpedulian terhadap ...

D oa Kepada Beato Carlo Acutis

 

Carlo Acutis (Pᡃᡗʳᡒⁿ α΅’αΆ  ᡗʰᡉ Iⁿᡗᡉʳⁿᡉᡗ & α—°α΅‰α΅ˆβ±α΅ƒ Υα΅’αΆœβ±α΅ƒΛ‘)

 Patron O f The Internet & Social Media                                                     Bless ed Carlo Acutis (B.1991-2006)              πΏπ‘Ž π‘‡π‘œπ‘šπ‘π‘Ž 𝑑𝑖 πΆπ‘Žπ‘Ÿπ‘™π‘œ 𝐴𝑐𝑒𝑑𝑖𝑠 - 𝐴𝑠𝑠𝑖𝑠𝑖                          π‘ƒ π‘Žπ‘‘π‘’π‘›π‘” πΆπ‘Žπ‘Ÿπ‘™π‘œ 𝐴𝑐𝑒𝑑𝑖𝑠 πŸ†ƒ︎π‘’π‘Ÿπ‘˜π‘’π‘ π‘Žπ‘› π‘‘π‘Žπ‘˜ biasa melihat Patung π‘‘π‘Žπ‘Ÿπ‘– seorang Kudus Modern tepatnya dari kalangan π‘Œ Generation (π‘”π‘’π‘›π‘’π‘Ÿπ‘Žπ‘ π‘– π‘šπ‘–π‘™π‘’π‘›π‘–π‘Žπ‘™). Den gan fashion sepatu sneaker  dipadupadankan dengan kemeja b erkerah sementara tangan memegang laptop dan tas di belakangnya. Begitupula di makamnya ia pun terl ihat mengenakan pakaian santai, jeans, sneaker d an dipadukan dengan sweater . Kelihatan cukup keren dan fashionable, bukan?. Gayanya itu seolah memberi pesan  kepad...

2020, We Are All on The Same Boat

Menjelajahi Gelombang Pandemi: Refleksi Pribadi " We are all on the same boat ," demikian kata filsuf Slavoj Zizek dalam "Panic Covid-19 Shake the World."   ~ Sejak muncul pertama kali di Wuhan, China pada 31 Desember 2019, virus SARS-CoV-2 telah memicu kepanikan global dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang.   Pandemi ini bagaikan medan perang tanpa senjata, di mana setiap individu harus waspada dan melindungi diri dari serangan virus yang tak kenal ampun. Meskipun tidak berkontak langsung dengan pasien COVID-19, tinggal di zona merah membuat saya dibombardir informasi tentang pandemi setiap hari. Kisah-kisah penderitaan dari keluarga, sahabat, dan kenalan membuat saya merasakan kepanikan, kecemasan, dan ketakutan mereka seolah-olah nyata di depan mata. Perasaan ini mengingatkan saya pada pergumulan batin yang saya alami ketika mendampingi ayah saya yang sakit hingga meninggal dunia. Rasa sakit dan kepedihan yang saya pendam tersembunyi di balik sikap tegar ...

Kolaborasi Integrasi Covid-19

           Dunia Di Guncang Wabah             Mewabahnya virus Covid-19, banyak orang menghubungkannya dengan penyakit    sampar versi modern. Penyakit ini dikategorikan sebagai “ Pestilence ” yaitu jenis wabah menular dan mematikan. Sampar pertama kali disebut dalam kitab Keluaran 5:3, dimana Harun dan Musa meminta ijin kepada Firaun untuk pergi beribadah. Karena ketegaran hati Firaun, Tuhan melepaskan Sampar bukan hanya untuk ternak tetapi juga berimbas kepada manusia (Kel. 9:15). Selanjutnya kata sampar sudah tidak asing lagi di telinga orang Israel. Bahkan dalam suatu peristiwa, Tuhan meminta Daud untuk memilih hukuman ketika Daud menjadi tinggi hati, salah satu hukuman mendatangkan sampar selama 3 hari (2 Sam. 24:13), dan Alkitab mencatat hampir tujuh puluh ribu rakyat tewas karena penyakit sampar. Sampar dalam bahasa Ibrani (deber) yang berarti: pestilence; plague; murrain,...