Langsung ke konten utama

Surat Untuk Tuhan



Pada suatu pagi yang biasa

Dari musim yang sudah kulupa

Kutemukan namaMu bersama cahaya

dan sejak itulah aku ngembara

mencari engkau tanpa alamat!

Mula-mula aku bertanya pada seorang tua yang

 bijaksana,

apakah ia mengenal Engkau?

ia cuma menggeleng kepala dan berkata:

ah, Dia! lebih tua dari gurun lebih muda dari 

embun.

Mungkin langit masih mengenalnya,

aku melihat kanak-kanak begitu muda seperti

 fajar,

main kejaran di pantai pasir dan bertanya;

 apakah mereka melihat Engkau?

semua heran dan berkata:

Ia belum tiba engkau datang terlalu dini.

Aku pergi ke taman kota,

melihat sepasang anak muda asyik-masyuk 

dimabuk asmara,

mungkinkah mereka mengenal Engkau?

yang laki-laki itu berkata:

Ia hidup dalam dongeng beribu tahun yang lalu,

sisa namaNya masih tercatat dalam sebuah perkamen tua.

Yang perempuan menimpali: sungguhpun hidup begitu indah, riwayat kita

teramat singkat.

Wahai pengembara mengapa mencari yang 

sia-sia?

Aku mencatat sementara:

Lebih tua dari gurun lebih muda dari embun

Engkau hidup dalam dongeng dari beribu tahun

 lalu!

Apakah namaMu sia-sia dan aku datang terlalu dini?

Bertahun-tahun kemudian aku mencari seorang

 filsuf yang berjalan siang hari

dengan lampu menyala di tangan,

karena bertarung mencari yang benar.

Mungkinkah dia mengenal Engkau?

Sewaktu kami di jalan bertemu,

Ia besarkan nyala lampu,

lalu mendugai lubuk mataku dan berseru;

 pengembara, kita sama pejalan jauh menuju

 langit-langit yang tak terjangkau.

Tentang Dia, aku hanya bisa bertanya! 

Filsuf tak pernah punya jawaban.

Mungkinkah sang nabi lebih tahu?

aku pergi kepada sang nabi dan berkata dengan takzim;

 salam padamu pewarta firman!

Aku yakin wahai nabi, engkau tahu yang kucari, 

ceritakan padaku tentang Dia.

Ia menjawab; aku bukan seorang nabi.

Pewarta sabda hanyalah suara yang berseru 

dipadang gurun;

 siapkanlah jalan Tuhan, luruskanlah lorong-lorong

 bagiNya.

Aku belum melihat wajahnya dan para nabi 

sepanjang zaman tidak pernah melihat Dia.

Dialah cahaya mahacahaya yang memijari 

matahari dan menyinari lubuk hati.

Ia menuntun orang buta, membimbing langkah 

pengembara.

Sedang mata kita yang fana tak bisa menangkap

 mahacahaya!

Kudengar dentang lonceng Gereja

Memanggil umat beribadah.

Aku pergi membawa namaMu lalu bertanya

 kepada pendeta.

Ia menjawab; Gereja mewarisi nama ini, 

memanggil dia dalam ibadah,

 tapi maknanya tetap rahasia.

Coba tanya si ahli Kitab, 

mungkin dia yang lebih tahu.

Aku pergi ke ahli Kitab, 

mengucap salam dan bertanya,

 tapi dia tak sempat mendengar.

 Rupanya sudah berabad-abad 

ia menggali ayat suci

 dan sekarang terperangkap dalam guanya 

sendiri.

Ketika akhirnya kami bertemu, 

kata-katanya begitu pelik 

sampai aku tidak dapat mengerti.

Mengapa mesti sekian sulit membuat namaMu

 rumpil-rumit?

Adakah relung luka di gua 

menyesatkan dia dari fimanMu?

Aku berpikir sebaiknya aku pergi kepada penyair.

Dia menyambutku dalam diam

 menggumam sajak yang tak selesai.

Pada mulanya adalah sunyi, dan sunyi itu melahirkan kata dan kata menciptakan alam semesta dan alam semesta menyanyikan madah.

Dan semua madah kembali ke sunyi

 di baris terakhir semua puisi.

Tapi tak pernah seorang penyair berhasil menulis

 bait itu.

 Mungkin pertapa lebih mengenal rahasia sunyi?

 Aku pergi ke padang gurun 

lalu menemui seorang pertapa,

Ia dulunya seorang kaya, 

menjual tuntas semua harta

dan hidup menyepi mencari sunyi.

Sebelum kutanyakan sepatah kata 

ia mendengar debur jantungku,

dan berkata; lebih kaya dari cinta lebih miskin

 dari rindu itulah Dia.

Makanya harta yang habis terjual tidak cukup

 membayar jalan menuju

sampai kehadiratNya.

á—°ungkin sekali fakir miskin lebih mengenal wajah itu.

Sesampai ke pondok fakir miskin, aku langsung 

melupakan namaMu.

Yang kulihat, yang kuingat,

hanyalah wajah anak-anak dengan igauan dalam demam,

 menjerit pedih minta nasi

 sedang ibunya menjual diri

 untuk membeli sepotong roti.

Pernah sang ayahnya mengedar ganja 

untuk memanen uang murah.

Tapi semua tinggal mimpi, ia pergi tak pernah 

kembali.

Maka disini di laut derita,

bisakah seorang mengelak teriak

 dari kapal yang sedang karam?

Apa makna semua doa, madah puji

 dan nyanyi ibadah bagi mereka yang

kini tenggelam?

Sungguh di laut duka aku telah melupakan 

Engkau.

NamaMu tak lagi penting untuk diriku 

dan namaku tak pernah berarti

untukMu jua.

Tapi mengapa di siang ini 

ketika hibuk dalam letih sesudah hilang

semua pamrih,

tiada terduga engkau tiba,

O cahaya mahacahaya,

sunyi suci yang melahirkan cinta

 lebih miskin dari rindu,

di tengah wajah kanak-kanak lapar 

aku sujud menyembah Engkau!


(Leo Kleden)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Gereja Katolik~ nikah Dua Kali?

“Bolehkah Dilakukan Peneguhan Ganda Perkawinan?” Seorang pemuda Katolik menjalin relasi kasih dengan seorang gadis dari  Gereja Protestan. Mereka berdua sebenarnya sudah memutuskan untuk menikah secara Katolik dan pacarnya itu bersedia akan ikut suaminya pindah ke Katolik. Tapi dalam perjalanan, keinginan dan niat mereka berdua ini ternyata tidak didukung oleh keluarga sang gadis. Pihak keluarga wanita bersikukuh supaya pihak laki-laki yang mengalah dan mengikuti wanitanya. Mereka berdua lalu berdiskusi lagi dan membuat kesepakatan baru, yaitu: mereka akan berencana menikah dua kali. Rencana mereka, mereka akan menikah dulu di Gereja Protestan supaya orang tua wanita ini jangan marah, lalu setelah itu baru mereka diam-diam menikah lagi di Gereja Katolik. Apakah diperbolehkan ada peneguhan ganda dalam perkawinan? Apakah tidak akan menjadi masalah ke depannya dari calon keluarga baru tersebut kalau dari awal mereka membangun keluarga mereka dengan kebohongan? Dalam Kitab Hukum Kanoni...

Filsafat: Sebuah Perjalanan Intelektual

Filsafat adalah ilmu yang mempelajari esensi kebenaran, pengetahuan, kehidupan, dan keberadaan.  Filsafat juga dapat diartikan sebagai pandangan kritis terhadap segala sesuatu.  Menurut KBBI, filsafat/filosofi adalah pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi mengenai inti segala yang ada, sebab, asal, dan hukumnya.  Kata "filsafat" berasal dari bahasa Yunani philosophia, gabungan dari philos (cinta, kecintaan) dan sophos (hikmah, kebijaksanaan, pengetahuan).  Dengan demikian, filsafat berarti kecintaan akan kebijaksanaan. Filsafat telah berkembang melalui berbagai zaman, dan setiap zaman memiliki ciri khasnya sendiri. Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli 1. Aristoteles:  Filsafat adalah ilmu yang menyelidiki segala sesuatu secara umum dan universal.  Filsafat bertujuan untuk mencari kebenaran tentang segala sesuatu dan memahami hakikat realitas. 2. Plato:  Filsafat adalah upaya untuk mencapai pengetahuan yang benar dan abadi.  Filsafat merupa...

Gereja Katolik Membolehkan Menikah Lagi Setelah Cerai Sipil?

“BOLEHKAH MENIKAH LAGI SETELAH CERAI SIPIL?”   Kisah nyata seorang pria Katolik menikah melalui dispensasi 17 tahun lalu dengan seorang wanita Kristen Protestan. Sejak tahun ke-10 hubungan perkawinan mereka renggang. Bahkan mereka sudah tidak lagi melakukan hubungan seks meskipun tinggal serumah. Kemudian mereka memutuskan untuk bercerai secara sipil tahun 2016. Putri semata wayang mereka oleh pengadilan diputuskan untuk ikut dengan sang pria. Tahun 2017  sang mantan istri  menikah lagi dengan pria selingkuhannya semasa mereka masih terikat perkawinan secara hukum. Kini mereka juga sudah dikaruniai anak. Dari kisah ini apakah sang pria dapat memproses pembatalan pernikahan? Apakah ia masih boleh menerima komuni? Jika ia bertemu dengan wanita Katolik kemudian menikah dengannya secara Katolik, apakah pasangannya juga terkena sanksi tidak boleh menerima komuni juga? Dalam Injil Matius perihal perceraian ditegaskan Yesus ketika orang-orang Farisi mempertanyakannya. Tuhan Yesu...