Langsung ke konten utama

Postingan

KETIKA HATI WANITA TERGODA PADA SEORANG IMAM”

Saya sempat membaca seuntai tulisan yang baru-baru ini viral di media sosial. Tulisan tersebut berkisah mengenai curhatan seorang ibu muda yang sedang kasmaran terhadap pastor parokinya. Entah tulisan itu benar atau hanya khayalan dari penulisnya saya tidak tahu, tetapi bahwa apa yang terungkap dalam tulisan itu sangat mungkin untuk terjadi. Mereka yang menyandang status sebagai imam bukanlah manusia setengah dewa, mereka juga manusia biasa yang punya rasa sebagai seorang lelaki. Sebagai seorang manusia normal maka sangat mungkin hati mereka bisa berlabuh pada hati seorang wanita. Ini menjadi hal yang normal pada seorang lelaki pada umumnya. Namun ketika seorang imam membiarkan hatinya tertambat pada seorang wanita, lalu menjalin asmara ini menjadi hal yang tidak normal atau tidak wajar Seorang imam dalam Gereja Katolik diikat oleh ketetapan untuk hidup selibat alias hidup bertarak atau tidak menikah. Peraturan ini masih berlaku sampai sekarang, kecuali pada kasus-kasus tertentu bisa d...

Surat Untuk Tuhan

Pada suatu pagi yang biasa Dari musim yang sudah kulupa Kutemukan namaMu bersama cahaya dan sejak itulah aku ngembara mencari engkau tanpa alamat! Mula-mula aku bertanya pada seorang tua yang  bijaksana, apakah ia mengenal Engkau? ia cuma menggeleng kepala dan berkata: ah, Dia! lebih tua dari gurun lebih muda dari  embun. Mungkin langit masih mengenalnya, aku melihat kanak-kanak begitu muda seperti  fajar, main kejaran di pantai pasir dan bertanya;   apakah mereka melihat Engkau? semua heran dan berkata: Ia belum tiba engkau datang terlalu dini. Aku pergi ke taman kota, melihat sepasang anak muda asyik-masyuk  dimabuk asmara, mungkinkah mereka mengenal Engkau? yang laki-laki itu berkata: Ia hidup dalam dongeng beribu tahun yang lalu, sisa namaNya masih tercatat dalam sebuah perkamen tua. Yang perempuan menimpali: sungguhpun hidup begitu indah, riwayat kita teramat singkat. Wahai pengembara mengapa mencari yang...

Covid-19, Indonesia & Tata Dunia Baru

   Pandemi covid 19 tidak sebatas darurat kesehatan dunia, dengan 2.670.536 kasus, 731.488 sembuh dan 186.396 meninggal dunia (23/4). Pandemi, virus goes global, dengan sendirinya berarti penularannya mengutak-atik hubungan antara bangsa dan negara. Tidak sekedar terobos batas kedaulatan, tetapi lebih dari itu, mempertanyakan keabsahan sebuah batas dan hubungan antara batas yang diabsahkan perjanjian dan perang. Demikianlah, patogen ini telah berubah dari penyakit biomedis menjadi penyakit biopolitik dalam sistem internasional yang selama ini rentan dan tak pernah kompak. Rapuhnya sistem internasional membuka pintu penularan tak terkendali di dalam negeri, antar negara dan antar kawasan dunia. Sama seperti terorisme dua dekade, virus corona mengingatkan bahwa kita warga dunia. Kita berhak tahu dan diberi informasi-pengetahuan tentang persatuan atau perpecahan dalam sistem dunia. Bahwa kita berkembang biak, mati dan hidup, dalam  sebuah dunia yang bisa terlipat, terbelah d...

Lacak Jejak Geopolitik & Kurban Mc

𝗣𝗮𝗻𝗱𝗲𝗺𝗶 𝗖𝗼𝘃𝗶𝗱 𝟭𝟵: 𝗠𝗲𝗹𝗮𝗰𝗮𝗸 𝗝𝗲𝗷𝗮𝗸 𝗚𝗲𝗼𝗽𝗼𝗹𝗶𝘁𝗶𝗸 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝘂𝗿𝗯𝗮𝗻 𝗠𝗮𝗻𝘂𝘀𝗶𝗮 Di dalam dunia tak adil dan timpang ini, jangan sekali-kali mengabaikan, apalagi meniadakan cerita konspirasi. Dari cerita itu, bermula prasangka yang wajar, agar tetap waras, terus berpikir dan berpihak. Karena tanpa ada sikap curiga, maka tak ada perjalanan menuju pengetahuan dan penemuan. Di dalam dunia kejahatan dan kebaikan bisa bertukar tempat, konspirasi adalah pengantar cerita untuk menyusun cerita besar atau wiracarita, tentang sejarah panjang sebuah kejadian, sebelum akhirnya hadir sebagai bencana. Karena melalui cerita konspirasi, kita mulai mengetahui dan merasakan bahwa peristiwa dunia selalu membentuk riwayat hidup dan mati kita, jauh atau dekat, cepat atau lambat. Pandemi Covid 19, tahun 2020 ini, sedang kita alami, kita rasakan, sebagai bencana. Mengundang setumpuk pertanyaan dan kerisauan. Sama sekali berbeda dari sumber bencana alam, seperti gempa bumi dan...