Langsung ke konten utama

Postingan

Ahli Agama: Kesenjangan antara Kata dan Perilaku

Jangan menjadi batu sandungan".  Paulus menasihati jemaat agar tidak membuat orang lain jatuh ke dalam dosa, mundur, atau menimbulkan syak di hati orang lain [ I Korintus 8:1-13] ~ Perjalanan spiritual, dengan segala kompleksitas dan nuansanya, menuntut lebih dari sekadar mendalami kitab suci dan ajaran.  Seorang ahli agama, selain memiliki pemahaman yang mendalam, juga dituntut untuk menghadirkan nilai-nilai luhur tersebut kepada dunia luar. Di sinilah keseimbangan menjadi kunci. Seorang ahli agama idealnya memiliki dua sisi yang saling melengkapi:  kedalaman spiritual dan kecakapan dalam berinteraksi dengan masyarakat.  Ia bukan sekadar pengajar teori, tetapi juga pembimbing yang mampu mengaplikasikan ajaran dalam kehidupan sehari-hari.  Sayangnya, tak jarang kita menjumpai sosok yang terjebak dalam satu sisi saja, dan akhirnya menjadi "batu sandungan" bagi orang lain. Batu sandungan dalam konteks ini bukan hanya benda fisik yang menghalangi perjalanan, tapi j...

Perempuan Liar ~ Perempuan Naif

 "Perempuan Liar ~ perempuan Naif"           Sejatinya perempuan adalah makhluk liar namun dipaksa jinak hingga menjadi naif. Perempuan itu kini berjuang untuk keluar dari kerangkeng sempit dan ingin hidup bebas dan liar.  Jika jujur, masih sangat banyak perempuan hari ini yang ingin berteriak, yang ingin suaranya didengarkan, yang menuntut keadilan karena diperlakukan tidak adil. (baca: konteks perempuan dalam kerangkeng budaya dan standar patriarki). Baik sebagai korban KDRT, korban HT atau sedang dalam ๐‘ก๐‘œ๐‘ฅ๐‘–๐‘๐‘–๐‘ก๐‘ฆ ๐‘Ÿ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘ก๐‘–๐‘œ๐‘›๐‘ โ„Ž๐‘–๐‘, ๐‘๐‘œ๐‘‘๐‘ฆ ๐‘ โ„Ž๐‘Ž๐‘š๐‘–๐‘›๐‘”, ๐‘’๐‘๐‘ก...).  Mereka sudah bersuara tetapi suaranya ibarat nada getar ๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘š๐‘ฆ dipagi hari jika sudah sangat mengganggu maka sengaja dibekap atau disenyapkan, alih-alih bangun lalu melakukan sesuatu. Konstruksi sosial justru men๐‘ ๐‘’๐‘ก๐‘ก๐‘–๐‘›๐‘” dan mengkondisikan perempuan untuk tetap dalam ๐‘š๐‘œ๐‘‘๐‘’ ๐‘ข๐‘›๐‘š๐‘ข๐‘ก๐‘’. Jika bersuara, perempuan akan terlihat aneh seperti manusia ser...

Sebuah Teodise: “Korona dan adanya Allah”! (Telaah Filsafat Ketuhanan)

     Dunia saat ini berada dalam situasi duka. Wabah pandemi covid-19 membuat semua orang tinggal dalam ketakutan. Wabah ini tidak memandang suku, ras, agama, atau golongan sosial. Ketika wabah ini pertama kali menyerang Wuhan, banyak ungkapan belasungkawa membanjiri media. Gaungan frasa pray for Wuhan terdengar di setiap sudut kota pun negara. Namun hari ini bukanlah persoalan Wuhan yang dibicarakan, namun persoalan antara saya, kamu, mereka, dia, dan engkau. Persoalan wabah Covid 19 “menyeret” dunia pada spasi reflektif yang mendalam.    Banyak spekulasi yang seolah-olah “memekakkan” telinga yang mendengar, “membutakan” mata yang membaca, dan “mengkakukan” bibir yang mengucap. Namun akankah semua spekulasi tersebut memiliki kebenaran atau sekadar pseudo-veritas. Apakah kebenaran spekulasi tersebut dapat dipertanggungjawabkan dalam tataran episteme? Apakah benar, bahwa wabah ini adalah spasi bagi manusia untuk kembali ke rumah, kembali menyegarkan bumi dengan...

Ghosting

 ๐™ณ๐š’๐š”๐šœ๐š’ ๐š•๐šŠ๐š๐š’ ๐š—๐š๐šŽ๐š๐š›๐šŽ๐š—๐š✍️ ๐š™๐šŠ๐šœ๐šŠ๐š• ๐š‹๐šŽ๐š›๐šŽ๐š๐šŠ๐š› ๐š’๐šœ๐šž ๐šœ๐šŽ๐š™๐šž๐š๐šŠ๐š› "๐‘…๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘ก๐‘–๐‘œ๐‘›๐‘ โ„Ž๐‘–๐‘" ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šŽ๐š•๐š’๐š‹๐šŠ๐š๐š”๐šŠ๐š— ๐šŠ๐š—๐šŠ๐š” ๐š—๐š˜.๐š ๐šŠ๐š‘๐š’๐š ๐š๐š’ ๐š๐™ธ. ๐™ผ๐šž๐š—๐šŒ๐šž๐š• ๐š๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ ๐š›๐šŽ๐š๐š•๐šŽ๐š”๐š๐š’๐š ๐š๐šŠ๐š›๐š’ ๐šœ๐šŽ๐š˜๐š›๐š ๐š๐šŽ๐š–๐šŠ๐š—, "๐šŠ๐š”๐šŠ๐š—๐š”๐šŠ๐š‘ ๐‘ฎ๐’‰๐’๐’”๐’•๐’Š๐’๐’ˆ ๐š’๐š๐šž ๐š–๐šŽ๐š—๐š“๐šŠ๐š๐š’ ๐‘ณ๐’๐’„๐’–๐’” ๐‘ป๐’‰๐’†๐’๐’๐’๐’ˆ๐’Š๐’„๐’–๐’” ๐š”๐š’๐š๐šŠ ๐š–๐šŠ๐šœ๐šŠ ๐š”๐š’๐š—๐š’"  ๐šœ๐šŠ๐šข๐šŠ ๐šข๐šŠ๐š”๐š’๐š— ๐š™๐šŽ๐š›๐š๐šŠ๐š—๐šข๐šŠ๐šŠ๐š— ๐š’๐š๐šž ๐š•๐šŠ๐š‘๐š’๐š› ๐š๐šŠ๐š›๐š’ ๐š”๐šŽ๐š™๐š›๐š’๐š‘๐šŠ๐š๐š’๐š—๐š—๐šข๐šŠ ๐š๐šŽ๐š›๐š‘๐šŠ๐š๐šŠ๐š™ ๐š’๐šœ๐šž-๐š’๐šœ๐šž  ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐š–๐šž๐š๐šŠ. ๐™น๐šŠ๐š ๐šŠ๐š‹๐š”๐šž "๐š‘๐šŠ๐š›๐šž๐šœ๐š—๐šข๐šŠ ๐š’๐š๐šž ๐š™๐šž๐š— ๐š–๐š—๐š“๐šŠ๐š๐š’ ๐š•๐š˜๐šŒ๐šž๐šœ ๐š”๐š’๐š๐šŠ ๐šž๐š๐š” ๐š‹๐šŽ๐š›๐š๐šŽ๐š˜๐š•๐š˜๐š๐š’".  ๐™ผ๐šŽ๐š›๐šŽ๐š—๐šž๐š—๐š ๐š–๐šŠ๐š”๐š—๐šŠ ๐š๐š’๐š”๐šœ๐š’ ๐š’๐š—๐š’, ๐šœ๐šŠ๐šข๐šŠ ๐š–๐šŽ๐š–๐š‹๐šŠ๐šข๐šŠ๐š—๐š๐š”๐šŠ๐š— ๐šœ๐š’๐š๐šž๐šŠ๐šœ๐š’ ๐š‹๐šŠ๐š๐š‘๐š’๐š— ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š2 ๐šข๐š ๐š™๐šŽ๐š›๐š—๐šŠ๐š‘ ๐š—๐š๐šŠ๐š•๐šŠ๐š–๐š’๐š— ๐š‘๐šŠ๐š• ๐šœ๐šŽ๐š›๐šž๐š™๐šŠ ๐š‹๐šž๐š”๐šŠ๐š— ๐šœ๐šŠ๐š“๐šŠ ๐šœ๐š˜๐šŠ๐š• ๐‘Ÿ๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘ก๐‘–๐‘œ๐‘›๐‘ โ„Ž๐‘–๐‘ ๐š™๐šŠ๐šœ๐šŠ๐š—๐š๐šŠ๐š—, ๐š‹๐š’๐šœ๐šŠ ๐š“๐šŠ๐š๐š’๐š”๐šŠ๐š— ๐š˜๐š›๐šŠ๐š—๐š ๐š๐šž๐šŠ ๐šข๐šŠ๐š—๐š ๐š๐š’๐š‹๐šŠ-๐š๐š’๐š‹๐šŠ ๐š๐š’-๐š๐š‘๐š˜๐šœ๐š๐š’๐š—๐š ...

Kelirumologi Kristen dan Katolik

          Kelirumologi adalah istilah humoris untuk merujuk kepada beberapa kekeliruan logika dalam pembentukan frasa dan kata yang sudah terlalu sering dipakai pengguna Bahasa Indonesia sehingga dianggap benar. Dari judul artikel ini, tentulah yang akan di bahas adalah kekeliruan logika dalam pembentukan istilah “Kristen dan Katolik”. Banyak umat Katolik di Indonesia terjebak pada istilah yang salah kaprah yaitu "Kristen dan Katolik" di mana umat Katolik berpikir bahwa Katolik bukanlah Kristen.  Ada pula yang ditanya, "Anda seorang Kristen?"; tetapi umat Katolik tersebut malah menjawab "Bukan, saya seorang Katolik". Salah kaprah di Indonesia termasuk dalam pembuatan KTP menyebabkan istilah yang tidak tepat "Kristen dan Katolik" mendarah-daging di mana pemahamannya nama “Kristen” itu merujuk kepada Protestan sementara “Katolik” kepada Katolik. Sayangnya, karena kesalahkaprahan yang sudah mendalam ini, sulit sekali untuk mengoreksinya secara luas....

Menyelamatkan Liberalisme dari Diri Sendiri

  แ‘ญada 03 Oktober 2020, Paus Fransiskus menandatangani dokumen Fratelli tutti di Asisi. Damian Howard menulis, 'Ensiklik ketiga Paus Fransiskus merupakan perluasan bertahap tradisi Pengajaran Sosial Gereja yang dengan hati-hati meletakkan logikanya dan dengan lembut meradikalisasi beberapa implikasinya'. Lima tahun lalu Laudato Si’ secara profetik menempatkan panggung pusat krisis ekologi bagi Gereja dan dunia. Agenda yang dipetakan kini memunculkan banyak kosa kata baru: Brexit, MAGA, Covid-19, BLM, berita palsu, lockdown, QAnon. Rasanya, dunia membutuhkan akal sehat Katolik, dan itulah tepatnya yang disediakan Fratelli tutti. Tampaknya politik saat ini berfungsi dalam dua visi: bertahan dengan proyek ekonomi neo-liberal dengan suksesi krisis ekonomi, rezim pengetatan dan globalisasi teknokratis yang dingin; atau untuk melawan semua dengan mempromosikan populisme nasional pemicu propaganda tetapi berkolusi dengan kepentingan finansial yang korup. Rasanya termin 'Liberal...